PENGARUH DESAIN dengan GAYA HIDUP

DALAM BIDANG PERUMAHAN

PENGARUH GAYA HIDUP MASYARAKAT JAWA PADA DESAIN INTERIOR RUMAH TINGGAL BERBENTUK JOGLO DI JAKARTA

 
PENGARUH GAYA HIDUP MASYARAKAT JAWA PADA DESAIN INTERIOR RUMAH TINGGAL BERBENTUK JOGLO DI JAKARTA
Jakarta sebagai kota metropolitan sekaligus ibukota negara Indonesia, adalah tempat berkumpulnya orang dari berbagai etnik. Kondisi global dengan segala kesempatan yang ditawarkan oleh Jakarta mengakibatkan orang tertarik untuk datang dan saling bersaing untuk meraihnya. Hal inilah yang menjadi aspek utama pembentuk karakter plural masyarakat Jakarta. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat Jakarta tersebut terlihat fenomena masyarakat ketika beberapa orang Jawa yang tinggal di Jakarta menggunakan Joglo sebagai rumah mereka.
Bagi sebagian orang Jawa yang tinggal di Jakarta, penggunaan joglo dan perabot serta elemen pengisi ruang lainnya yang berasal dari Jawa Tengah maupun Jawa Timur, merupakan suatu pola konsumsi yang ditujukan untuk menunjukkan identitas etnik mereka. Yang kemudian perlu diperhatikan adalah bagaimana orang Jawa tersebut memberikan makna dan relasi baru terhadap joglo tersebut. Pada mulanya joglo memiliki nilai filosofis yang tinggi sebagai rumah Jawa. Namun sebagaimana terjadi perubahan dan perkembangan yang dialami oleh orang Jawa, maka terjadi pula perubahan dan perkembangan terhadap joglo. Penelitian ini menekankan keberadaan joglo dalam konteks mikronya sebagai rumah dan konteks makronya dalam kehidupan metropolitan Jakarta.
Pada perubahan dan perkembangan tersebut dapat ditemui dualitas nilai yang bukan selalu berarti bertentangan, justru sikap kritis masyarakat modern ini mengakibatkan munculnya makna-makna dan relasi-relasi baru terkait dengan keberadaan benda-benda yang mulanya bernilai kosmologis ini.
Penelitian ini mencari hal-hal yang merepresentasikan dualitas nilai-nilai tradisional (kosmologi Jawa) dan kekinian tersebut, serta bagaimana masyarakat sekarang memaknai kosmologi. Terkait dengan hal tersebut maka penelitian ini juga mempermasalahkan penyesuaian yang dilakukan terhadap perbedaan nilai tersebut. Gaya hidup merupakan suatu pilihan yang terbuka, sehingga penggunaan Joglo sebagai bagian dari gaya hidup etnik Jawa tersebut memiliki beberapa pertimbangan. Pada penelitian ini akan dibahas apa saja yang menjadi latar belakang penggunaan Joglo tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menuntut suatu latar ilmiah sebagai satu keutuhan, dengan menggunakan pendekatan sosial-budaya terhadap kehidupan masyarakat metropolitan Jakarta. Studi kasus pada penelitian ini terdiri dari Joglo milik Nurhadie Irawan, Joglo milik Kusmartono dan Joglo milik Sudarno. Joglo tersebut merupakan bagian dari gaya hidup etnik pemiliknya.
Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan kesimpulan tentang pola dualitas nilai yang ditemukan pada studi kasus. Dualitas nilai tersebut juga mempertimbangkan makna filosofis Joglo sebagai rumah Jawa yang telah mengalami pergeseran nilai. Selanjutnya penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan tentang penyesuaian yang terjadi pada nilai kosmologi Jawa terhadap nilai-nilai kekinian. Terakhir, penelitian ini mengungkapkan pertimbangan yang menjadi latar belakang gaya hidup masyarakat Jawa yang tinggal di metropolitan Jakarta.

DALAM BIDANG KESEHATAN

PENGARUH DESAIN INTERIOR TERHADAP KENYAMANAN BANGSAL ANAK (RUANG SERUNI) BADAN PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN MAGELANG

ABSTRAKSI

Hospitalisasi (rawat inap) pada pasien dapat mendorong terjadinya proses adaptasi di lingkungan rumah sakit. Desain interior di dalam ruang perawatan pasien, dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu proses adaptasi mereka yang berdampak pada proses penyembuhan yang sedang berlangsung. Sehubungan dengan adanya kenaikan jumlah permintaan pelayanan di bangsal anak, masih sedikitnya pasar potensial yang didapatkan, dan adanya keinginan rumah sakit untuk beralih menjadi Tipe B untuk jangka pendek dan Badan Layanan Umum untuk jangka panjang, maka diperlukan upaya pengembangan pelayanan kesehatan khususnya ruang perawatan anak (Ruang Seruni) BPK RSU Kabupaten Magelang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh desain interior terhadap kenyamanan bangsal anak (Ruang Seruni) BPK RSU Kabupaten Magelang, gambaran perbandingan elemen desain interior dengan standar Depkes dan literatur lainnya, serta tingkat kesesuaian desain interior dan tingkat kenyamanannya yang ada di sana.

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif  dengan metode pendekatan crossectional. Jumlah sampel yang digunakan 89 orang responden yaitu orang tua atau keluarga pasien, dengan teknik samplingnya simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di Ruang Seruni BPK RSU Kabupaten Magelang selama 3 (tiga) bulan.

Hasil pengujian menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa variabel desain interior (independen) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel kenyamanan (dependen) dengan t hitung (7,322) > t tabel (1,980) dan ρ=0,000 < α=5 % sehingga Ho ditolak, dengan pengaruh sebesar 38,1 % yang ditunjukkan oleh nilai R Square 0,381, sedangkan arah hubungan positif dengan keeratan hubungan yang kuat yang ditunjukkan dengan korelasi 0,617. Tingkat kesesuaian terhadap desain interior dan kenyamanannya berada pada kategori cukup dengan prosentase masing-masing sebesar 49,44 % dan 32,58 %. Elemen desain interior yang belum memenuhi standar adalah kebisingan, suhu ruangan, pancahayaan, dan kepadatan ruangan.

Iklan

Fenomena desain interior saat ini

Masjid Lumpur Lapindo

 

 

Masjid Lumpur Lapindo

Lokasi masjid berada di desa siring kecamatan Jabon sidoarjo, yang merupakan daerah terdampak dari luapan lumpur panas Lapindo sidoarjo. Masjid  ini merupakan simbol kembalinya harapan dan impian masyarakat korban luapan lumpur akan sebuah kehidupan yang lebih baik pasca terjadinya luapan lumpur di Sidoarjo. Sesuai dengan namanya sendiri Al – Fattah yang artinya ‘pembuka’, masjid ini menjadi pembuka harapan tersebut. Dari situlah ide untuk memakai lumpur sebagai material utama dalam membangun masjid ini muncul. Lumpur yang tidak terpisahkan dengan kehidupan masyarakat korban luapan tersebut di jadikan sebagai sesuatu yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga konsep yang paling tepat untuk masjid ini adalah ‘sustainable design with sustainable material’.

masjid Lumpur Lapindo

Dimana material lokal yang berasal dari sisa endapan lumpur panas kami jadikan bahan baku batu bata dan geo polymer (campuran beton). Menurut Riset dari Universitas Kyoto Jepang, Batu bata lumpur panas telah terbukti aman digunakan sebagai material bangunan. Juga sebagai bahan campuran geo polymer (campuran beton). Sedangkan hasil penelitian DR. Ir. Vincentius Totok Noerwarsito, MT, dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS menyebutkan bahwa, batu bata dari bahan dasar Lumpur sidoarjo memiliki kuat tekan hingga 30 – 40 kg/cm2, lebih bagus daripada batu bata tanah liat yang hanya memiliki kuat tekan sekitar 20 kg/ cm2 .

Juga mampu mereduksi panas matahari hingga 3 derajat Celcius di bandingkan batu bata tanah liat biasa. Sehingga baik bila di pakai untuk bagunan. Untuk membuktikan hal tersebut, seluruh material batu bata tanah liat kami ganti  dengan material batu bata lapindo,  dan kami sengaja meng-eksposenya sehingga bisa terlihat secara langsung serta bisa mencitrakan keindahan material lokal.

Bencana alam tersebut memberikan pengalaman dan perubahan kehidupan masyarakat sekitar. Dengan adanya pengaruh sosial terhadap bencana alam gunung lumpur panas tersebut, maka konsep masa kami ibaratkan sebuah keutuhan bangunan yang telah retak  dan menimbulkan celah / pecahan.

Bangunan dari batu bata lapindo

Nuansa memoriabel dan keangungan Allah SWT ingin dicitrakan dalam desain interior masjid Al-fattah ini. Seakan memberikan pembelajaran bagi kita semua bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini tidak lepas dari kehendak Allah SWT, tinggal bagaimana kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian. Desainnya sendiri merupakan refleksi kearifan material lokal yang di padu dengan desain yang atraktif sehingga menjadikan sebuah gagasan yang baru dalam bangunan ibadah.

Interior Masjid Lumpur Lapindo

Cowakan dinding menceritakan sebuah celah sinar cahaya (dari Allah SWT)  yang memberikan secercah harapan pada masyarakat sekitar khususnya. Mihrab merupakan ‘vocal point’ karena bentukan cowakan yang menerus hingga void masjid menjadikannya titik orientasi. Sinar cahaya yang masuk menciptakan sensasi ruang yang berbeda dengan masjid / tempat ibadah pada umumnya. Sirkulasi udara dan cahaya lebih baik, selain tinggi plafond yg monumental, terdapat ‘ water reflection’ pada saff terdepan. Kolam tersebut menjadikan ‘soft element’ / penyejuk bangunan secara pasif. Padu padan sebuah karya modern dengan kearifan lokal material menjadikan sebuah karya yang bernilai.

Masjid Lumpur Lapindo

Nama Proyek: Al – Fattah Mosque
Tahun: 2011
Lokasi: Desa Siring Kec. Jabon, Porong, Sidoarjo
Status Proyek: Pra Rencana
Arsitek: Ricko Pradiantoro, ST

Rumah Ideal Di Lahan Terbatas

 

Rumah Minimalis

Pemilik rumah ini adalah keluarga besar. Jumlah penghuninya mecapai 10 orang, terdiri dari suami, istri, 5 orang anak dan 3 orang pembantu. Alhasil, kebutuhan kamarnya pun banyak. Di atas lahan yang hanya 9X17 m2 seluruh kebutuhan ruang tersebut harus di akomodsai, tanpa mengorbankan kenyamanan, srikulasi udara dan pencahayaan. Pemilik menginginkan fasad rumahnya tampil tidak terlalu mewah tapi tetap menarik, salah satu obsesi mereka adalah memiliki rumah yang menarik, terlihat sederhana dan tidak glamour.

Rumah Minimalis Modern

 

Di situlah letak tantangan dalam merancang rumah ini. Penataan ruang di fokuskan pada kenyamanan masing-masing kamar, setelah itu ke bagian area ruang makan dan seterusnya. Ruang tamu di beri partisi pemisah supaya aktifitas di area privat (ruang makan) tidak terlihat oleh tamu. Sedangkan ruang santai dan mushola tetap mendapat porsi yang proprsional.

Interior Minimalis

Desain rumah ini membuktikan bahwa dengan lahan yang terbatas dan kebutuhan ruang yang banyak tetap bisa nyaman dan indah. Penataan denah memprioritaskan setiap ruang untuk memperoleh pencahayaan dan sirkulasi udara yang optimal, Hal itu bisa dilihat dari bukaan-bukaan jendela yang ada di setiap kamar dan adanya patio serta  area terbuka di lantai 2.

Denah

 

Pembagian ruang yang pas merupakan kelebihan dari rumah ini, karenanya  meskipun ruangnya cukup banyak namun tetap terkesan luas. Ruang makan di desain luas dan berada di tengah ruang mempunyai fungsi untuk menyatukan ruang-ruang tidur. Kehadiran waterwall dan kolam juga menambah nyaman area ruang makan, di samping fungsi utamanya sebagai sumber pencahayaan serta untuk sirkulasi udara.

Interior Minimalis

Void di area tangga berfungsi untuk memperluas area di ruang makan secara perseptual. Void tersebut juga berfungsi sebagai penghubung antara lantai 1 dan lantai 2. Sedangkan area di bawah tangga bisa di manfaatkan sebagai gudang dan tempat menyimpan barang.

Interior Minimalis

Di lantai 2, ruang santai serta mushola juga mempunyai peran yang sama seperti ruang makan. Hasilnya baik di lantai 1 maupun di lantai 2 ruangan terasa luas dan nyaman.

Rumah ini memakai cukup banyak material batu alam, karena pemilik menginginkan rumahnya tetap tampil natural. Finishing Eksterior memakai batu susun sirih (bagian pagar), batu candi (untuk bidang di lantai 2 sebelah kiri), serta batu paras jogja susun acak (untuk bidang di lantai 2 sebelah kanan).

Rumah Minimalis Modern

Untuk water wall kita memakai batu andesit susun acak, sedangkan untuk finishing dinding interior banyak bidang yang di finish memakai wallpaper dan HPL. Pencahayaan (Lighting) juga menjadi nilai lebih dari rumah ini, permainan lighting menambah nuansa dramatis dan elegan rumah ini, baik pada eksterior maupun interiornya.

Interior Minimalis

Nama Proyek: Rumah Taman Permata Indah
Lokasi Proyek: Taman Permata Indah Blok D/3, Sidoarjo
Luas Tanah/Banguan: 153/220 m2, Tahun: 2010, Arsitek: Andy Rahman. A, ST. IAI

Tren Arsitektur Terkini

 

Pergeseran tren arsitektur di Indonesia pada lima tahun terakhir cukup signifikan. Kita bisa merasakannya mulai dari desain-desain rumah, kantor, ruko bahkan gedung tinggi (High Rise Building). Desain-desain bangunan tersebut cenderung lebih simple dan sederhana, namun elegan dan menarik. Inilah yang kita sebut dengan pergeseran tren arsitektur.

Hotel Modern di Surabaya

Arsitektur adalah salah satu cabang ilmu merancang, oleh karenanya arsitektur terkait langsung dengan kreatifitas dan inovasi tiada henti, sama dengan jenis cabang ilmu rancang yang lainnya, seperti interior, desain produk, desain grafis dll. Dimana tiap waktu, tiap bulan, dan tiap tahun akan terus berubah dan berkembang. Sejalan dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri terhadap desain.

Rumah Minimalis Kontemporer

Dalam perkembangannya sendiri, Arsitektur minimalis dan kontemporer telah berhasil di terima dengan baik oleh masyrakat luas, ini terbukti dengan makin banyaknya bangunan-bangunan yang memakai pendekatan minimalis dan kontemporer. Salah satu penyebabnya adalah, masyarakat sudah bosan dengan bentukan-bentukan arsitektur klasik maupun mediteran yang menurut mereka sudah tidak relevan lagi dengan gaya hidup masyarakat jaman sekarang.

Rumah Minimalis Modern

Minimalis sendiri sangat terkait dengan  pola berpikir  dan  cara hidup. Sebuah cara pandang baru dalam melihat desain sebagai refleksi cara hidup masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan. Sedangkan Kontemporer  berasal dari kata temporer atau waktu saat ini, menurut istilah adalah waktu yang berubah –ubah , intinya desain itu bersifat present, sedang in, lagi ngetren atau sedang digemari. Sehingga untuk saat ini bisa dikatakan desain minimalis merupakan bagian dari desain kontemporer yang sedang menjadi tren di Indonasia.

Sedangkan tren  adalah apa yang nantinya akan menjadi biasa dan kebanyakan. Dan pada saat tren menjadi sesuatu yang biasa dan kebanyakan, maka tren ini dengan sendiri akan berganti dengan tren yang baru. Itulah dunia desain, dimana arsitektur menjadi salah satu bagiaannya.

Homestay modern di Ponorogo

Dari sinilah kita akan pahami bahwa sebuah tren memang ada masanya, tidak akan bisa lekang oleh waktu. Karena sebuah tren berbanding lurus dengan ‘main set’ masyrakat pada saat tren itu ada. Dan kelahirannya adalah akibat dari sebuah ke-jenuh-an bersama akan sesuatu yang sudah jamak. Sifat mendasar yang dimiliki manusia dimana  existensinya ingin di akui, hal inilah yang mendorong suatu perubahan. Di mana suatu masysarakat yang sudah bosan dengan tren yang sudah ada, akan otomatis menggantinya dengan tren yang baru. Rata-rata sebuah tren arsitektur berkisar antara 15 – 25 th, setelah itu akan ada perubahan tren lagi. Jadi kalau ada pertanyaan apakah desain minimalis itu tidak cepat di tinggalkan? maka jawabnya tergantung anda menerjemahkan rentang waktu 15 – 25 th itu cepat/lama. Karena fenomena seperti ini akan terjadi terus dan berulang tiap 15 – 25 th.

Posted by andyrahman in architect Untuk selengkapnya silahkan kunjungi website kami di: http://www.andyrahmanarchitect.com/

Artikel tentang UKM Kampus (X-WASI)

X-WASI

http://xwasi.stisitelkom.ac.id/

X-WASI merupakan unit kegiatan mahasiswa STISI yang berbasis pecinta ALAM, X-WASI adalah bentuk persatuan untuk mengumpulkan semua orang yang sejiwa, dan menyatukan seluruh PA(pecinta alam), untuk saling berbaur.

X-WASI merupakan UKM tertua, dan dan dulunya merupakan pendiri Senat Mahasiswa STISI. Para pendiri X-WASI(1991) merupakan “orang-orang terpilih” yang terbukti dalam kehidupan tuanya mereka dapat “sukses” dalam kehidupan sehari-harinya.

Maka dari itu para anggotanya dituntut untuk dapat berusaha dan bertekad dengan kuat untuk sukses dalam kehidupan sehari-hari, memperjuangkan sesuatu, melaksanakan hal dengan serius, berusaha keras dalam menggapai sesuatu, sebab kita telah banyak mendapat pelajaran dari ALAM, seperti halnya mencapai PUNCAK gunung, mencpai pion tertinggi CLAIMBING, menghadapi rintangan dan halangan dalam REVTING, percaya diri saat menelusuri lorong-lorong dalam CAVING, dan KEKOMPAKAN bersama antar setiap anggota PECINTA ALAM.

DEVISI-DEVISI DALAM X-WASI

1.Divisi Gunung Hutan

 Pengetahuan Dasar Navigasi Darat

Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita.

Pada prinsipnya navigasi adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada dimedan sebenarnya yang di proyeksikan pada peta.

Beberapa media dasar navigasi darat adalah :

Peta,Koordinat,Analisa Peta,Kompas,Orientasi Peta

Resection,Intersection,Merencanakan Jalur Lintasan

DAN YG PALIANG PENTING BUAT PECINTA ALAM

Ingatlah hai engkau penjelahan alam :

1. Take nothing, but pictures [jangan ambil sesuatu kecuali gambar]
2. Kill nothing, but times [jangan bunuh sesuatu kecuali waktu]
3. Leave nothing, but foot-print [jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak kaki]

dan senantiasa ;

1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

2. Percaya kepada kawan [dalam hal ini kawan adalah rekan pegiat dan peralatan serta perlengkapan, tentu saja juga harus dibarengi bahwa diri kita sendiri juga dapat dipercaya oleh “teman” tersebut dengan menjaga, memelihara dan melindunginya]
3. Percaya kepada diri sendiri, yaitu perc
aya bahwa kita mampu melakukan segala sesuatunya den

SURVIVAL
Survival berasal dari kata survive yang berarti bertahan hidup. Survival adalah
berusaha mempertahankan hidup di alam bebas dari hambatan alam sebelum
mendapatkan pertolongan (Yudiawan, 2002). Rimpala (1997) menyatakan survival
adalah suatu kondisi dimana seseorang/kelompok orang dari suatu kehidupan normal
(masih sebagaimana direncanakan) baik tiba-tiba atau tanpa disadari masuk ke dalam

situasi tidak normal (di luar garis rencananya).
Orang yang melakukan survival disebut survivor. Survival yang biasa dilakukan
yaitu di hutan/alam bebas sehingga disebut juga jungle survival. Survival terjadi karena adanya kondisi darurat yang disebabkan alam, kecelakaan, gangguan satwa atau kondisi
lainnya.

huruf dari kata survival merupakan singkatan dari langkah-langkah yang ahrus kita ingat
dan lakukan yaitu:
S : Size up the situation
U : Undue haste makes waste
R : Remember where you are
V : Vanguish fear and panic
I : Improve
V : Value living
A : Act like the native
L : Learn basic skill
Secara umum aspek-aspek dalam kondisi survival dibagi tiga yang saling
mempengaruhi dan berkaitan yaitu aspek psikologis (panik, takut, cemas, sepi, bingung,
tertekan, bosan), aspek fisiologis (sakit, lapar, haus, luka, lelah) dan aspek lingkungan
(panas, dingin, kering, hujan).

2.Divisi Caving

KONSERVASI GUA
Konservasi Gua

Pengertian Konservasi Sumber Daya Alam menurut UULH no. 23/1997, adalah : Pengelolaan sumber daya alam yang menjamin pemanfaatan secara bijaksana, dan bagi sumber daya terbaharui menjamin keseimbangan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya. Sedangkan konservasi sendiri berarti pemanfaatan secara bijaksana dan berkesinambungan dari suatu sumber daya alam, dengan menimbulkan dampak negatif seringan mungkin dan manfaat seoptimal mungkin. Dari kedua pengertian tersebut, diperoleh gambaran apa yang sebaiknya kita lakukan dalam melakukan konservasi gua.

Tindakan penelusuran gua seharusnya diikuti dengan konsekuensi dari penelusur itu sendiri, baik mengenai etika, moral, dan kewajiban yang harus dijadikan pedoman.

Sebelum melangkah lebih jauh sebaiknya kita tinjau dulu apa yang sebenarnya menjadi alasan seseorang menelusuri gua, jawabannya dapat bermacam-macam. Dalam hal ini jawaban terbagi menjadi tiga garis besar :

1. Jawaban oleh orang awam
2. Jawaban oleh petualang
3. Jawaban oleh peneliti/ ilmuwan

Pada dasarnya inti dari alasan mereka adalah sama, yaitu untuk memenuhi rasa ego mereka. Hanya saja dibelakang ego mereka itu ada hal-hal yang mendukungnya. Bagi orang awam keinginan masuk gua didasari karena mereka ingin menikmati keindahan ornamen.

Lain halnya bagi mereka para petualang, yang mendorong mereka untuk menelusuri gua adalah tantangan yang berat yang dijumpai dalam penelusuran gua, dan tidak dapat mereka jumpai kegiatan alam bebas diluar. Sedangkan bagi para ilmuwan, fenomena kehidupan dalam gua, bentukan-bentukan dalam gua, aliran air dalam gua dan fenomena lainnya merupakan obyek penelitian yang sangat menarik dari disiplin ilmu yang mereka miliki.

Akan tetapi kegiatan yang mereka lakukan dengan menggunakan gua sebagai obyaeknya tanpa disertai aturan-aturan yang membatasi kegiatan mereka akan menyebabkan gangguan bahkan kerusakan pada gua.
Itulah sebabnya kita harus memahami mengenai etika, moral, dan kewajiban penelusur gua. Hal ini ditujukan untuk mengurangi seminimal mungkin kerusakan yang dapat timbul pada suatu gua. Pada hakekatnya menelusuri gua sudah merusak ekosistem gua itu sendiri, karena lingkungan gua yang gelap sunyi abadi terganggu oleh penerangan yang dibawa penelusur dan adanya kotoran-kotoran yang menempel pada sepatu dan pakaian penelusur terbawa ke dalam gua. Jadi jika kita ingin agar gua tetap lestari dan murni cara yang paling mudah adalah kita tidak usah menelusurinya. Namun jika kita tetap ingin menelusurinya kita harus dapat menekan seminimal mungkin kerusakan yang timbul akibat tindakan kita.

Yang harus kita ketahui adalah, apabila gua-gua ada yang sampai rusak maka kita tidak dapat melakukan kegiatan kita lagi di gua manapun.

3.Divisi Tebing

 PANJAT TEBING

Hobi Unik Berusia Ribuan TahunDalam sejarah, manusia selalu berusaha berinteraksi dengan alam untuksurvive. Begitu juga dengan panjat tebing, yang lahir dari usahamanusia untuk bertahan hidup di alam bebas.Mungkin kita sudah biasa atau justru ikut melakukan hobi wall climbingyang sekarang populer. Baik dalam bentuk lomba maupun sekadar mengisi

waktu kosong, hobi ini memang cukup mengasyikkan. Apalagi kalau disekolah kita disediakan papan panjat. Tidak heran kalau dari hobi inisudah banyak teman-teman kita yang menjalani wall climbing bukan lagisekadar hobi, tetapi sudah dalam tingkat yang lebih lanjut. Apalagikalau bukan ikut dalam sebuah kejuaraan, malah menjuarainya.Wall climbing tersebut (mungkin sudah banyak yang tahu ya) merupakan modifikasi dari hobi panjat tebing. Dari namanya sudah ketahuan kalau dua hal ini dibedakan dari medianya; yang satu berdasarkan papan buatan, sedangkan yang lain beneran tebing dari sebuah gunung atau bukit.

Nah, panjat tebing tersebut merupakan subbagian dari mountaineering(pendakian gunung), yaitu climbing yang dapat diartikan sebagai pendakian pada tebing-tebing batu atau dinding karang yang membutuhkan peralatan, teknik, dan metode-metode tertentu. Sebagai bagian dari mountaineering atau mendaki gunung, panjat tebing tidak dapat dipisahkan sejarahnya dari perjalanan panjat dan mendaki gunung.

Ribuan tahun

Kegiatan mendaki gunung ini mulai dilakukan manusia sejak berabad-abad yang lalu. Dimulai sejak manusia harus melintasi bukit-bukit atau pegunungan baik untuk melakukan peperangan atau pun ketika melakukan tuntutan hidupnya. Sejarah yang dapat diketahui dari hal ini adalah perjalanan Panglima Kerajaan Carthage, Hanibal, yang dilakukan dipegunungan Alpen di tahun 500 SM. Juga petualangan yang dilakukan Jenghis Khan yang melintasi pegunungan Karakoran dan Kaukasus untuk menaklukan Asia Tengah. Atau pendakian Mount Argulle oleh para tentara Perancis pada tahun 1442.Dalam sejarah yang lebih maju, pendakian yang gemilang pertama kalinyadilakukan pada tahun 1786, ketika Dr Paccard berhasil mencapai puncak Mount Blanc (4087 m). Saat itu pendakian dan panjat tebing sudah menjadi hobi atau olahraga.

Dalam babak selanjutnya, puncak-puncak Alpen mulai dijajaki para penggemar olahraga alam bebas ini. Dan, memang puncak-puncak pegunungan Alpen hanya bisa dipuncaki dengan mempergunakan teknik-teknik memanjat tebing. Semakin populer ketika Sir Alfred Willis pada tahun 1854 berhasil mencapai puncak Watterhorn (di Swiss,3708 m). Pendakian ini menjadi batu loncatan terbentuknya perkumpulan pendaki gunung tertua di dunia, British Alpine Club pada tahun 1857.

Sejak babak baru itu para pendaki semakin sering melakukan pendakian menuju puncak-puncak gunung yang lebih tinggi dan mempunyai tingkat tantangan yang lebih tinggi pula. Keberuntungan dan anugerah akhirnya datang pada Edmunt Hillary dan Tenzing Norgay dalam suatu ekspedisi.Ekspedisi yang dipimpin oleh John Hunt pada tahun 1953 tersebut berhasil memuncaki Everest, sebuah puncak yang menjadi impian parapendaki di dunia. Rangkaian-rangkaian ini merupakan titik temu bahwa panjat tebing merupakan bagian dari kegiatan mendaki gunung. Karenakegiatan memanjat tebing merupakan penunjang kegiatan mendaki gunung.

Olahraga berprestasi

Panjat tebing masuk ke Indonesia seiring dengan berkembangnya teknik mendaki. Harry Suliztiarto, seorang mahasiswa Seni Rupa ITB,
memperkenalkan panjat tebing pada tahun 1976. Tepatnya ketika memanjat tebing-tebing alam Citatah. Peristiwa ini kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya organisasi kegiatan alam bebas yang mengkhususkan pada kegiatan memanjat, dengan nama Skygers Amateur Rock Climbing Group.Pada tahun 1980 kegiatan panjat tebing mulai memasuki babak baru, dimana kegiatan ini bukan lagi bersifat petualangan tetapi telah menjadi olahraga prestasi. Perkembangan ini dimulai ketika diadakannya lomba panjat tebing alam di tebing pantai Jimbaran Bali pada tahun 1987.

Nah, di tahun 1988 diperkenalkan deh dinding panjat tebing buatan(wall climbing) yang langsung diperkenalkan oleh empat pemanjat dari Perancis. Sekaligus membentuk wadah sebagai tempat menyalurkan aspirasi dan hobi serta memanajemen kegiatan panjat tebing agar berjalan dengan baik dengan nama Federasi Panjat Tebing Indonesia(FPTI). Pada tahun 1990, untuk pertama kalinya diadakan lomba panjat dinding buatan dengan tinggi papan lima belas meter yang menjadi awal sejarah dimulainya lomba panjat tebing buatan di Indonesia sampai saat ini.

Pengertian Konservasi Sumber Daya Alam menurut UULH no. 23/1997, adalah : Pengelolaan sumber daya alam yang menjamin pemanfaatan secara bijaksana, dan bagi sumber daya terbaharui menjamin keseimbangan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya. Sedangkan konservasi sendiri berarti pemanfaatan secara bijaksana dan berkesinambungan dari suatu sumber daya alam, dengan menimbulkan dampak negatif seringan mungkin dan manfaat seoptimal mungkin. Dari kedua pengertian tersebut, diperoleh gambaran apa yang sebaiknya kita lakukan dalam melakukan konservasi gua.

4.Arung jeram 

Arung jeram adalah suatu aktifitas pengarungan bagian alur sungai yang berjeram/riam, dengan menggunakan wahana tertentu. Pengertian wahana dalam pengarungan sungai berjeram / riam yaitu sarana / alat yang terdiri dari perahu karet, kayak, kano dan dayung. Tujuan berarung jeram bisa dilihat dari sisi olah raga, rekreasi dan ekspedisi.Jadi dengan demikian kita dapat definisikan bahwa olah raga Arung Jeram (White Water Rafting) merupakan olah raga mengarungi sungai berjeram, dengan menggunakan perahu karet, kayak, kano dan dayung dengan tujuan rekreasi atau ekspedisi.
Arung jeram sebagai olah raga kelompok, sangat mengandalkan pada kekompakan tim secara keseluruhan. Kerja sama yang terpadu dan pengertian yang mendalam antar awak perahu, dapat dikatakan sebagai faktor utama yang menunjang keberhasilan melewati berbagai hambatan di sungai. Tak dapat dibantah bahwa Arung Jeram merupakan olah raga yang penuh resiko (high risk sport). Namun demikian, setiap orang mampu melakukannya – asalkan dia dalam kondisi “baik”; baik dalam arti pemahaman teknis, kemampuan membaca medan secara kognitif, dan sehat fisik dan mental.
Jadi,arung jeram adalah olah raga yang menuntut keterampilan. Untuk itu sangat membutuhkan waktu untuk berkembang. Perkembangan ke arah mencapai kemampuan yang prima, hanya mungkin apabila mau mempelajari sifat-sifat sungai, serta bersedia melatih diri di tempat itu. Kecuali perlu mengembangkan pengetahuan mengenai sifat-sifat sungai, wajib pula berlatih berdayung, berkayuh di sungai. Implikasinya butuh mengembangkan kemampuan fisik, agar selalu mencapai kondisi seoptimal mungkin. Hal lain yang patut diingat, adalah berlatih cara-cara menghadapi keadaan darurat di sungai. Hal ini penting untuk melatih kesiapan, kemampuan dan kepercayaan diri, apabila memang harus menghadapinya.

SAYA: MUKHTAR LUTHFI, sebagai anggota X-WASI angkatan JNW

STRUKTUR TH 2011/2012

Artikel tentang Tokoh Idola dan Karyanya

Beberapa tokoh desain interior dunia

1. Charles Willard Moore (1975-1980)Moore lebih suka fitur desain mencolok, termasuk kombinasi warna keras, supergraphics, gaya tabrakan, kembali penggunaan esoteris historis-solusi desain, dan penggunaan bahan-bahan non-tradisional seperti plastik, (aluminized) PET film.

2. Aldo Rossi (1979)

Aldo Rossi (3 Mei 1931 – 4 September 1997). Lahir di Milan. Prestasinya sangat luar biasa untuk mencapai pengakuan internasional di empat bidang yang berbeda: teori, gambar, arsitektur dan desain produk.

3. Johann Otto von Spreckelsen
Johann Otto von Spreckelsen (4 Mei 1929 16 Maret 1987) adalah seorang arsitek Denmark. Ia belajar di Royal Academy of Arts di Copenhagen, dan kemudian menjabat sebagai direktur hingga kematiannya.

4. Ludwig Mies van der Rohe
Ludwig Mies van der Rohe, lahir Maria Ludwig Michael Mies (27 Maret 1886 – 17 Agustus 1969) adalah seorang arsitek Jerman-Amerika.. Dia sering disebut dengan nama keluarga, Mies, oleh rekan-rekannya.

Profil Arsitek – PHILIP JOHNSON

11Share
Buzz It
Philip Cortelyou Johnson atau lebih dikenal dengan nama Philip Johnson adalah salah satu arsitek dari Amerika yang sangat berpengaruh dalam dunia Arsitektur. Dengan kacamatanya yang tebal, berbingkai bundar, Philip Johnson adalah tokoh yang paling dikenal di dunia arsitektur Amerika selama beberapa dekade.Philip Johnson (8 Juli 1906 – 25 Januari 2005) lahir di Cleveland, Ohio. Pada awalnya, Philip Johnson bukanlah seorang arsitek, dia bekerja sebagai kritikus, penulis, sejarawan dan seorang direktur museum. Dia meraih gelar A.B. dalam sejarah arsitektur dari Universitas Harvard yang tertarik pada Sejarah dan Filsafat, terutama pada karya Pra-Sokrates.

Pada tahun 1949, setelah beberapa tahun sebagai direktur utama Museum of Modern Art di Departemen Arsitektur, dia merancang rumah tinggal untuk dirinya di New Canaan, Conecticut untuk tesis meraih gelar masternya. Rumah tinggal tersebut sekarang lebih dikenal dengan nama Glass House.

Pada tahun 1928, Philip Johnson bertemu dengan arsitek Ludwig Mies van der Rohe, yang pada saat itu sedang merancang German Pavilion untuk Barcelona Internasional Exposition 1929. Pertemuan dengan Ludwig Mies van der Rohe inilah yang akhirnya membuat jalan Philip Johnson dalam dunia arsitektur. Pada awalnya bahkan Philip Johnson pernah menugaskan Ludwig Mies van der Rohe untuk mendesain apartemennya di New York. Kemudian dia berkolaborasi dengan Mies mendesain bangunan tinggi terbaik yakni Gedung Seagram, New York.

Pada tahun 50an merevisi pandangan sebelumnya, yang mencapai puncaknya sebagai salah satu bangunan yang paling kontroversial dalam karirnya, yakni Kantor Pusat AT & T di New York dengan apa yang disebut dengan “Chippendale”

Philip Johnson bergabung dengan John Burgee dari tahun 1967 sampai 1987. Dalam 20 tahun ini tidak ada karya yang fenomenal. Tahun 1989, Philip Johnson lebih banyak mengabdikan waktunya untuk proyek-proyeknya sendiri, walaupun dia masih semi-pensiun dari John Burgee Architects. Desain yang paling terakhir adalah untuk Sekolah Seni Rupa Seton Hill College di Greensburg, Pennsylvania.

Beberapa karya dari Philip Johnson adalah:

  • Johnson House at Cambridge, “The Arch Street House”, Cambridge, Massachusetts (1942–1943)
  • Booth (Damora) House, “The Booth House”, Bedford Village, New York (1946)
  • Johnson House, “The Glass House”, New Canaan, Connecticut (1949)
  • John de Menil House, Houston, Texas (1950)
  • Rockefeller Guest House for Abby Aldrich Rockefeller, New York City, New York (1950)
  • Seagram Building, New York City, New York (in collaboration with Mies van der Rohe; 1956)
  • The Four Seasons Restaurant, New York City, New York (1959)
  • Expansion of St. Anselm’s Abbey, Washington, D.C. (1960)
  • Museum of Art at Munson-Williams-Proctor Arts Institute, Utica, New York (1960)
  • Abby Aldrich Rockefeller Sculpture Garden at The Museum of Modern Art, New York City, New York
  • Sheldon Museum of Art, Lincoln, Nebraska (1963)
  • New York State Theater (renamed David H. Koch Theater) at Lincoln Center, New York City, New York (with Richard Foster; 1964)
  • Amon Carter Museum, Fort Worth, Texas (1961; also expansion in 2001)
  • New York State Pavilion for the 1964 New York World’s Fair, New York City, New York (1964)
  • Kreeger Museum, Washington, D.C. (with Richard Foster; 1967)
  • Main campus mall at the University of Saint Thomas, Houston, Texas
  • Elmer Holmes Bobst Library at New York University, New York City, New York (1967–1973)
  • John Fitzgerald Kennedy Memorial, Dallas, Texas (1970)[6]
  • IDS Center, Minneapolis, Minnesota (1972)
  • Art Museum of South Texas, Corpus Christi, Texas (1972)
  • Johnson Building at the Boston Public Library, Boston, Massachusetts (1973)
  • Fort Worth Water Gardens, Fort Worth, Texas (1974)
  • Pennzoil Place, Houston, Texas (1975)
  • Dorothy and Dexter Baker Center for the Arts at Muhlenberg College, Allentown, Pennsylvania (1976)
  • Thanks-Giving Square, Dallas, Texas (1976)
  • 101 California Street, San Francisco, California (Johnson/Burgee Architects; 1979–1982)
  • Neuberger Museum of Art at the State University of New York at Purchase, Purchase, New York
  • Crystal Cathedral, Garden Grove, California (1980)
  • Tata Theatre, National Centre for the Performing Arts, Mumbai, India (1980)
  • Metro-Dade Cultural Center, Miami, Florida (1982)
  • Chapel of St. Basil and the Academic Mall at the University of St. Thomas, Houston, Texas
  • Republic Bank Center (renamed Bank of America Center), Houston, Texas (1983)
  • Transco Tower (renamed Williams Tower), Houston, Texas (1983)
  • Cleveland Play House, Cleveland, Ohio (extension; 1983)
  • Wells Fargo Center, Denver, Colorado (1983)
  • PPG Place, Pittsburgh, Pennsylvania (1984)
  • The Gerald D. Hines College of Architecture, University of Houston, Houston, Texas (1985)
  • Lipstick Building, New York City, New York (1986)
  • Comerica Bank Tower, Dallas, Texas (1987)
  • 190 South LaSalle Street, Chicago, Illinois (John Burgee Architects, Philip Johnson Consultant; 1987)
  • Gate of Europe, Madrid, Spain (John Burgee Architects, Philip Johnson Consultant; 1989–1996)
  • 191 Peachtree Tower, Atlanta, Georgia (John Burgee Architects, Philip Johnson Consultant; 1990)
  • The Museum of Television & Radio (renamed Paley Center for Media), New York City, New York (1991)
  • Chapel of St. Basil at the University of St. Thomas, Houston, Texas (with John Manley, Architect; 1992)
  • Science and Engineering Library at Ohio State University, Columbus, Ohio (1992)
  • AEGON Center, Louisville, Kentucky (John Burgee Architects, Philip Johnson Consultant; 1993)
  • One Detroit Center, Detroit, Michigan (John Burgee Architects, Philip Johnson Consultant; 1993)
  • Visitor’s Pavilion, New Canaan, Connecticut (1994)
  • Turning Point at Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio (1996)
  • Philip-Johnson-Haus, Berlin, Germany (1997)
  • First Union Plaza, Boca Raton, Florida (2000)
  • Interfaith Peace Chapel on the Cathedral of Hope campus, Dallas, Texas (2010)
  • EXAMPLE:

20th Century
Many skyscrapers were designed by architect Philip
                                                                                                       glass house – Fire byPhilip-Johnson
A Hamptons beach house designed by Philip Johnson

                                   Crystal Cathedral Los Angeles, Architect, Crystal Cathedral, Philip Johnson
Referensi :

ARTIKEL TENTANG JURUSAN

DESAIN INTERIOR APA YAA….


Tahukah anda apa artinya desain interior dan perlunya ada desain interior, Kita coba mengetahui arti desai interior dulu. Arti desain interior adalah merencanakan,menata dan merancang ruang- ruang interior dalam bangunan. Tatanan fisik di atas dapat memenuhi kebutuhan dasar kita akan sarana untuk bernaung dan berlindung, menentukan langkah sekaligus mengatur bentuk aktifitas kita,memelihara aspirasi kita dan mengekspresikan ide- ide yang mneyertai segala tindakan kita : mempengaruhi penampilan, perasaan dan kepribadian kita . Oleh sebab itu , maksud dan tujuan desain interior adalah untuk memperbaiki fungsi,memperkaya nilai estetika dan meningkatkan aspek psikologis dari ruang interior.

Program studi Desain Interior adalah salah satu bidang studi keilmuan yang diasarkan pada ilmu desain. Bidang keilmuan ini bertujuan untuk dapat menciptakan suatu lingkungan binaan (ruang dalam) beserta elemen-elemen pendukungnya, baik fisik maupun non fisik, sehingga kualitas kehidupan manusia yang berada didalamnya menjadi lebih baik.

Menurut wikipedia.com, pengertian interior design adalah a multi-faceted profession in which creative and technical solutions are applied within a structure to achieve a built interior environment. These solutions are functional, enhance the quality of life and culture of the occupants, and are aesthetically attractive. Designs are created in response to and coordinated with code and regulatory requirements, and encourage the principles of environmental sustainability.

yang dimaksud disini adalah interior design merupakan sebuah profesi di bidang kreatif dengan solusi solusi teknis yang diterapkan kedalam struktur yang dibangun, untuk mencapai lingkungan interiornya. solusi ini fungsional, diantaranya untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan budaya penghuninya serta memunculkan kesan estetik dalam rumah yang menarik. desain diciptakan untuk merespon terhadap adanya peraturan yang ditentukan yaitu untuk mendorong prinsip2 kelestarian lingkungan.

Setiap desain bertujuan menyusun secara teratur bagian demi bagian menjadi satu tatanan yang utuh demi maksud- maksud tertentu. Dalam desain interior,elemen- elemen yang dipilh dan ditata menjadi pola tiga dimensi sesuai dengan garis- garis besar fungsi,estetika dan perilakunya. Hubungan antara elemen- elemen yang terbentuk dari pola –pola ini pada akhirnya menentukan kulaitas visual dan kecocokan fungsi suatu interior, dan mempengaruhi bagaimana kita memahami dan menggunakannya.

Dalam proses desain itu pula keunikannya yaitu bahwa proses desain itu tidak selalu menuju ke satu jawaban yang pasti dan benar. Bahkan sering di peroleh lebih dari satu solusi yang tepat untuk suatu masalah desain. Jadi bagaimana kita dapat menilai apakah suatu desain itu baik atau buruk?

Sebuah desain dianggap baik dan bagus menurut pendapat perancangnya,kliennya atau orang lain yang dan menggunakan desain tsb,karena sakah satu dari beberapa alas an sebagai berikut :

– sebuah desain dianggap bagus sebab telah memenuhi fungsinya dengan baik-desain berhasil.

– Sebuah desain dianggap bagus sebab biaya murah-ekonomis,efesien dan tahan lama.

– Sebuah desain dianggap bagus sebab tanpak indah- secara estetis menyenangkan.

-Sebuah desain dianggap bagus sebab dapat menimbulkan kembali perasaan dan ingatan akan suatu waktu dan tempat- membawa arti.
Kadang- kadang, kita menilai suatu desain sebagai bagus karena kita berpendapat desain tersebut mengikuti mode desain yang sedang popular –sedang mode- atau karena dapat menimbulkan impresi pada orang lain- dapat mengangkat status kita.Beberapa desain dianggap bagus juga karena dianggap mudah dimengerti dan diterima oleh umum. Sedangkan yang lain baru dapat dihargai oleh sekelompok orang tertentu saja.Desain yang sukses biasanya dapat menyampaikan lebih dari satu pesan sehingga dapat menarik perhatian orang banyak.

PROFIL PRIBADI

Dalam rangka melaksanakan tugas komputer dasar, saya menulis tentang data diri saya.

Nama lenkap saya mukhtar luthfi, LUTHFI….., itulah orang  biasa memanggil nama saya. Muhardanus dan fauzah adalah orang tua yang telah melahirkan ,dan membesarkan saya menjadi anak yang berbakti, dan memiliki akhlaq yang baik, aminn…

Saya lahir di Bukittinggi 21 Desember 1992.

Di Padang saya tinggal bersama orang tua saya, yang beralamatkan, komp. Taruko II blok c No.1 , Kuranji , Kota Padang. Sebenarnya saya sering pertindah tempat tinggal sejak kecil, saya TK di Tk ADZKIA padang, lalu lanjut ke SD IT Adzkia Padang, namun saya sempat pindah beberapa kali, dan ankirnya lulus SD di SDN 06 simp haru padang,  kemudian saya melanjutkan ke smp Pesantren Ar-Risalah tapi kara suatu dan lain hal, di tengah jalan saya pindah ke SMP IT ADZKIA dan lulus di sana, dan melanjutkan di MAN 2 Padang, dan lulus disana.

Sekarang saya berkuliah di salahsatu bagaian dari yayasan telkom, yakni STISI Telkom, jurusan DESAIN INTERIOR.

Di kampus ini saya merasakan perbedaan dan keaneka ragaman bangsa Indonesia, dengan asal usul, kepribadian, budaya, dan latarbelakang seni yang berbeda-beda.

Saya memilih bersekolah di Bandung karna saya ingin merasakan dan mempelajari bagaimana SUKSESNYA para PERANTAU PADANG, yang dapat berhasil di negri orang, untuk memotifasi hidup saya kedepanya…

Sekian sepotong artikel profil pribadi saya, agar bisa menjadi motifasi pembaca untuk membaca artikel lainya di blog ini..